Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Head To Head Indonesia Untuk Menantang Daya Tawar Dan Posisi Tawar Dagang Internasional

Gambar
Jabat tangan adalah bukan hanya untuk ucapan selamat karena kita melakukan sesuatu. Tetapi, jabat tangan adalah ekspektasi sederhana bahwa kita sekarang punya harapan, kita sekarang agar bisa bersama-sama, berjalan kerja sama, kerja kerja dan kerja. Sebagaimana sebuah bisnis pada umunya, saat ini pemerintah pun sedang menghadapi masalah dalam iklim kebisnisannya. Apa itu? Tentang CPO dan kebijakan luar negeri (khususnya Uni Eropa) yang mendesak meninggalkan CPO Indonesia dan Malaysia karena dianggap lebih beresiko merusak lingkungan dibandingkan alternatif minyak pengganti/substitusi yang ditawarkan (minyak dari biji bunga matahari, minyak kedelai, minyak jagung, dan minyak kanola). Memang substansi masalahnya apa saja? Yaitu sebagai berikut: (a) kawasan ekonomi, saat ini menghambat ekspor CPO kita (Indonesia) dengan cara rencana penghapusan penggunaan produk CPO pada tahun 2021; (b) ada 4 pelaku negara yang melakukan penghambatan ekspor terhadap Indonesia. Siapa saja itu? Yai...

Membangun Holding Company Dengan Kepo, Eh Penting Juga Lho Itu Hehehe

Gambar
Pebisnis harus selalu mendengarkan suara dan keinginan pasar. Jika pasar ingin dilayani cepat dan progressif, maka pebisnis dan manajemennya jug harus bergerak cepat. Jangan sampai di level operasional anak buah-anak buah kita melayaninya lambat, ngalamat dimaki-maki kitanya nanti. Begitu juga spirit didalam membangun holding company. Suara pasar dan customer satisfaction adalah senjata paling utama disamping kita juga punya skema rencana sendiri terkait proses expand bisnis satu ke sebaran menyebar ke lini-lini sektor yang lain. Kita harus knowing every particular objek, atau kita harus punya sifat KEPO yang tinggi. Kepo menunjukkan keperdulian kita terhadap bisnis kita saat ini. Kepo menunjukkan punya rasa ingin tahu yang tinggi. Kepo juga sepaket kerjanya dengan kerja cepat, layanan cepat, bergerak cepat, tuntas tepat sasaran, customer bahagia dan puas, kita pun ikut senang. Pesan saya, kita (pebisnis/ceo) dan para anak-anak buah kita harus dipenuhi terus dengan rasa ingin...

Mengurai Kesemrawutan Holding Company

Gambar
Dalam mengelola holding company , satu hal penting yang harus diperhatikan. Apa itu? Tata kelola. Tata kelola berkaitan dengan tata kelola organisasi, pun dengan tata kelola operasional. Sehingga yang terjadi jangan sampai struktur organisasi 'menjadi gemuk dan berlemak', baik secara vertikal maupun horizontal. Entah pada agecy cost (potensi konflik antar stakeholder stockholder ), biaya transaksinya, pola pemasaran, maintenance jaringan bisnis dan konsumen (public relationship) , budaya organisasi, ataupun reorientasi core competence (find new market) unit-unit bisnis yang kita miliki dalam holding company . Jangan sampai seperti PT. Pertamina yang sudah punya 28 anak perusahaan dan 130 cucu perusahaan tapi persoalan efisiensi dan efektivitas dari hulu ke hilir (upstream downstream) berantakan. Mending kita banyak belajar dari Astra Group yang punya 190-an anak perusahaan dan sinergitas hulu-hilirnya sangat efisien, terintegrasi, stabil, dan bagus. Kita butuh pola b...

Diperhitungkan Dunia, Bagaimana Itu?

Gambar
Ambisi sah-sah saja, tapi hati-hati menjadi bencana saat itu adalah nafsu. Ambisi haruslah diubah menjadi harapan atau ekspektasi dan bentuk  khusnud dzon  kita kepada Allah Swt sang pemilik skenario dunia ini. Memahami bahwa Allah menyenangi orang-orang yang memperjuangkan hidayahnya, memperjuangkan visi impiannya, dan lain sejenisnya. Menjelma menjadi  internationally,  tidaklah aneh, namun mengagetkan kalau tidak ada  planning  yang matang. Untuk  go internationally,  kita harus berkelas internasional. Kita harus paham apa saja standard2 apa saja yang dijadikan acuan penilaian internasional, dan paham rongga mana saja dan kendala apa saja, internal  (controllable by an organization/micro in nature;operational risk business risk, liquidity risk, financial risk/credit risk)  dan eksternal  (uncontrollable by an organization/macro in nature;politics,  bencana alam,  interest rate, market risk, purchasing power/inflat...