Membangun Holding Company Dengan Kepo, Eh Penting Juga Lho Itu Hehehe



Pebisnis harus selalu mendengarkan suara dan keinginan pasar. Jika pasar ingin dilayani cepat dan progressif, maka pebisnis dan manajemennya jug harus bergerak cepat. Jangan sampai di level operasional anak buah-anak buah kita melayaninya lambat, ngalamat dimaki-maki kitanya nanti.

Begitu juga spirit didalam membangun holding company. Suara pasar dan customer satisfaction adalah senjata paling utama disamping kita juga punya skema rencana sendiri terkait proses expand bisnis satu ke sebaran menyebar ke lini-lini sektor yang lain.

Kita harus knowing every particular objek, atau kita harus punya sifat KEPO yang tinggi. Kepo menunjukkan keperdulian kita terhadap bisnis kita saat ini. Kepo menunjukkan punya rasa ingin tahu yang tinggi. Kepo juga sepaket kerjanya dengan kerja cepat, layanan cepat, bergerak cepat, tuntas tepat sasaran, customer bahagia dan puas, kita pun ikut senang.

Pesan saya, kita (pebisnis/ceo) dan para anak-anak buah kita harus dipenuhi terus dengan rasa ingin tahu (kepo), penting sekali itu. Kalau bahasa anak zaman now sekarang, disebut kita harus gaul dengan kepo dan menyesuaikan zaman.

Sebagai CEO dan pemimpin bisnis, kita juga harus mengingatkan anak-anak buah kita bahwa kita harus bekerja dengan penuh integritas, mengikuti perkembangan ilmu, mengikuti perkembangan zaman, dan mengikuti perkembangan teknologi. Perubahan sangat cepat, makanya untuk winner di lapangan bisnis manapun, kita harus cepat, kita harus adaptif, jangan kolotan.

Sebagai karyawan, supervisor, manajer, dan pekerja-pekerja yang lain, kalian harus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan saat ini, harus mengikuti perkembangan zaman saat ini, harus mengikuti perkembangan teknologi saat ini. Harus punya gagasan. Harus mengebrak kebiasaan. Harus mengikuti dinamika sosial, dan harus inovatif.

Bisnis yang kita sediakan, harus bisa mempersiapkan diri sebaik-baiknya agar mampu menghadapi berbagai tantangan dan perubahan global. Saat ini, masih ada karyawan, manajer, direktur yang sengaja mengulur-ngulur waktu menyelesaikan tugasnya. Bagi saya, ini sudah masuk red zone. Zona merah yang menunjukkan dia tidak serius kepo ingin tahu perduli kerja cepat, layanan cepat, bergerak cepat, tuntas tepat sasaran, customer bahagia dan puas.

Saya jujur jengkel dan mangkel saat inspeksi mendadak (sidak) lihat orang-orang seperti ini. Jadi orang kok letoy tenan! Jangan letoy (hehe mirip lyric lagu ya haha). Untuk mengecek langsung apakah all going well or all going wrong. Sebab didapati pengurusan-pengurusan yang sifatnya direct non-direct to customer memakan waktu yang lama dan tidak rapi. Seharusnya hal-hal yang bersifat cepat, apalagi ke customer dan jaringan bisnis penting yang kita miliki, tidak perlu butuh waktu lama, kalau bisa hanya 3 menit beres. Kalau bisa.

Jangan membengkalaikan tugas, jangan saling tunggu pekerjaan dan instruksi atasan, jangan membuat customer dan jaringan bisnis kita mengeluh dulu, baru kita gercep/gerak cepat dan respon cepat. Kalau saya (jajaran ceo/cfo) sampai menemukan, saya pecat langsung orang itu.

Sekali lagi, kita harus kepo!

Salam,

Bahrul Fauzi Rosyidi,
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Tulisan Dilindungi Hak Cipta!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Catatan Statistik Terapan Lengkap. Sebuah Refleksi Belajar

#Catatan Matematika Terapan Lengkap. Sebuah Refleksi Belajar