Diperhitungkan Dunia, Bagaimana Itu?


Ambisi sah-sah saja, tapi hati-hati menjadi bencana saat itu adalah nafsu. Ambisi haruslah diubah menjadi harapan atau ekspektasi dan bentuk khusnud dzon kita kepada Allah Swt sang pemilik skenario dunia ini. Memahami bahwa Allah menyenangi orang-orang yang memperjuangkan hidayahnya, memperjuangkan visi impiannya, dan lain sejenisnya.

Menjelma menjadi internationally, tidaklah aneh, namun mengagetkan kalau tidak ada planning yang matang. Untuk go internationally, kita harus berkelas internasional. Kita harus paham apa saja standard2 apa saja yang dijadikan acuan penilaian internasional, dan paham rongga mana saja dan kendala apa saja, internal (controllable by an organization/micro in nature;operational risk business risk, liquidity risk, financial risk/credit risk) dan eksternal (uncontrollable by an organization/macro in nature;politics, bencana alam, interest rate, market risk, purchasing power/inflationary risk) apa saja yang belum kita miliki.

Masuknya kita didalam daftar perusahaan aktif di pasar ASEAN atau Asia Tenggara adalah bukti/indikator kita mengalami perkembangan pesat.

Tentu, untuk masuk ke level ini, tidaklah segampang membolak-balikkan keadaaan. Atau hanya sekedar kulonuwun lalu tiba-tiba kita sudah go internationally. Tidak. Ini butuh kepemimpinan, jaringan bisnis yang superior, tim work, konsep yang matang, kerja cerdas, dan usaha yang super keras untuk mencapai itu bersama.

Satu dari itu, penting juga cara kita menampilkan digital entrepreneurship yang mensupport integrasi bisnis yang kita miliki. Sehingga sistem pannel sdm, evaluasi kinerja, kecepatan kerja dan lain sebagainya menjadi termenej dengan baik.

Poin berikutnya adalah cakupan kerjasama, sebaran dan jaringan bisnis. Bila tahun sebelumnya capaian kita hanya dalam kisaran 1-7, kita harus punya target berikutnya dalam capaian kisaran 7-80. Ambisius? Iya kalau tanpa strategi dan ukuran. Tapi jika dengan ukuran, tidak ada itu angka yang ambisius. Semuanya rasional. Tinggal cara kita menjelaskannya saja, dan skenario SOP lapangan yang masuk akal.

Disamping go internationally secara bisnis, perlu juga mewarnai SDM kita dengan multikewarganegaraan, sehingga menguatkan kita secara mental bila ingin ekspand ke multi negara. Disini kita tidak berbicara kedaulatan bisnis dan negara harus selalu ditunjukkan serba dalam negeri ya. Kita juga harus realistis bahwa kita butuh obyketif dalam menggempur pasar. Hal yang perlu diketahui bersama adalah: kita tetap bekerja untuk Indonesia, kita tetap bekerja mensupport ekonomi dalam negeri. Cara itu hanya faktor ciri khas. Ini hanya faktor mengundang pakar saja. Kita butuh mental pemenang.

Cara tradisional tetaplah penting, namun kombinasi cara milenial harus juga diintegrasikan, karena masa depanlah yang realistis, hari lalu selalu ditinggalkan hari ini dan hari depan. Keep focus and stay optimis and expands!

Salam,

Bahrul Fauzi Rosyidi,
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Tulisan Dilindungi Hak Cipta!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Catatan Statistik Terapan Lengkap. Sebuah Refleksi Belajar

#Catatan Matematika Terapan Lengkap. Sebuah Refleksi Belajar