Daftar Poin Strategi Marketing Hebat Hasil Baca2


Yogyakarta, 21 Oktober 2019
Di Perpustakaan Kota Yogyakarta

Daftar Poin Strategi Marketing Hebat Yang Saya Pelajari:

- Komentar Warren Buffet ke Bill Gates yg saat itu orang paling kaya No. 1 didunia. "..Kebetulan saja Bill Gates bidangnya software dan komputer, kalau saja Bill bidangnya Hamburger, ia tetap saja menjadi Raja Hamburger. Bill Gates adalah Penjual terbaik di dunia";
- Marketing adalah skill, tidak hanya strategi namun kesungguhan dan kecerdasan membaca dan memanfaatkan pasar (Bahrul, 2019);
- Salah satu ilmu yang paling penting untuk menjadi kaya adalah Ilmu Marketing. Jadi ini bukan ttg skill menulis yg baik atau best author, melainkan menjadi Best Seller Author yg baik;
- Kalau anda bisa kaya tanpa ilmu marketing, berarti pasti anda bisa akan lebih kaya jika menguasai ilmu marketing;
- Strategi undangan ala Pablo Picasso: sering melakukan pameran2 di hotel2 terkenal. Dalam undangannya tercantum juga daftar nama2 yg diundang serta jabatannya masing2. Seperti: Gubernur, para artis terkenal, dokter, pengusaha, dan orang terkenal lainnya. Pada saat itu, artis mau berduyun2 datang bukan karena ingin melihat lukisan Picasso, tapi karena ingin (membuat pameran sebagai media pertemuan para tokoh) bertemu dg gubernur, dokter ingin ketemu artis, pengusaha ingin ketemu gubernur, dan lain seterusnya sehingga banyak sekali kalangan berkelas yg hadir di berbagai acara pameran lukisan yg ia selenggarakan;
- Picasso mengundang satu persatu tamunya untuk melihat lukisannya di tempat eksklusif dan lalu bertanya "Bapak adalah dokter bedah pertama yg saya beri kesempatan untuk melihat dan menilai karya seni saya. Kira2, berapa harga lukisan ini layak dijual untuk anda?" Tentu harganya variatif namun bisa digaris bawahi pasti tinggi atau mahal;
- Lalu, tamu2 itu dikumpulkan dalam 1 ruangan pertemuan untuk saling dipertemukan dan diberitahukan berapa harga lukisan yg diberikan penawaran khusus kpd tamu2nya. Karena lukisannya hanya 1, maka terjadilah persaingan diantara para tamu undangan untuk memiliki lukisan tsb dg harga setinggi mungkin. Itulah cara Pablo Picasso memarketingkan lukisannya sehingga berharga tinggi dan membuatnya kaya raya;
- Kepiawaian Picasso menjual lukisan2 yg tidak terlalu menarik membuat ia berhasil menjual begitu banyak karya lukisan dengan harga tinggi; ia menjadi pelukis terkaya di dunia;
- Pesannya: kita harus bisa mengukur efektivitas dari segala aktivitas pemasaran kita guna meningkatkan hasil perusahaan kita;
- Kita jangan terjebak dengan strategi marketing tradisional, kita harus memacu diri bisa menerapkan Marketing dengan sistem Buttom Up bukan Top Down. Artinya, fokus ke taktiknya dulu, baru dipikirkan strateginya. Contoh: Coca Cola membuat resep minumannya dulu yg bagus dan berhasil. Baru kemudian dibuatlah grand strategy. Artinya, harus tahu tujuan marketingnya kemana, apa yg disasar. Barulah setelah itu, kita minta tolong para pakar marketing untuk membuatkan Grand Strateginya;
- Contoh lainnya dari taktik dulu baru strategi adalalah McDonald. Kamuflasenya ia menjual Hamburger, namun sebenarnya ia mengejar nilai properti setiap cabang toko yg ikut dg ia. Setiap tempat, kota, daerah yg punyabtempat strategis di Amerika dn seluruh dunia. Ia selalu meminta tanah dan gedung itu menjadi miliknya. Caranya, klien diminta membayar royalti franchise dimuka dan harus punya tempat yg strategis. Jika klien tdk bisa menyediakan tempat toko McD yg strategis, pihak McD akan membeli propertinya. Sisanya, mereka diminta membayar sewanya kepada McD. Kalau tdk seperti itu, klien dg tidak usah membayar royalti mahal, masukkan tagihan itu untuk angsuran membeli tanah dan gedung toko cabang McDonald tsb; itulah taktik McD yang lalu meminta tolong para pakar untuk membiat Grand Strateginya; hingga akhirnya setelah sekian tahun tanah dan lokasi2 strategis itu menjadi miliknya; ini yg membuat Ray Kroc pemilik McD menjadi pengusaha properti terbesar di dunia;
- Kunci menguji efektivitas marketing kita adalah Tes, Ukur, Perbaiki, Tes Lagi, Ukur, Lalu Gencarkan Serangan Pemasaran;
- Kita harus paham bagaimana manusia (pasar) merespon penawaran kita;
- Ingat, orang mau beli produk kita karena merasa produk itu ada nilai + dan jelas benefitnya;
- 12 cara meningkatkan benefit/value added/ nilai tambah bagi customer:
A). Kasih hadiah akseaoris yg masih melekat dg produk atau jasa tsb. Contoh: Aspal berhadiah pasangnya, hp berhadiah sarungnya, software, tali gantungan. Mobil berhadiah tv mobil, jok kulit, tirai, dll;
B). Beri hadiah yg tidak ada hubungannya dg produk/jasa yg dijual. Contoh: beli emas 2 gram berhadiah payung, buka Atm berhadiah mug, jam dinding. Beli sepeda berhadiah jam tangan;
C). Lakukan undian. Contoh: Beli mobil diundi mobil, tour berhadiah Mercedes Benz, dll. Intinya, pastikan berikan hadiah dg nilai yg jauh lebih tinggi dibandingkan harga bayarnya. Seni menjualnya adalah kok bisa mmberi hadiah berlian Rp800jt. Kan bisa rugi? Tidak. Hadiah berlian dibeli dr pabriknya dg harga Rp250jt. Nah, malah untung Rp50jt;
D). Lakukan endorsement artis2 atau orang2 berpengaruh
E).
- Strategi online mas Yoyok. Beli 20rb, dijual 300-500% dari harga dasar. Beri diskon dalam rupiah. Ex: dijual baju Rp450rb. Potongan diskon Rp100rb. Gak rugi dong. Malah untung Rp330rb karena beli kulakannya Rp20rb saja;
- Cara mencari demand pasar (ide pasar atau produk baru) yg paling mudah adalah dr jumlah keresahan masyarakat, total kendala2 yg paling mnggu masyarakat. Contoh: masyarakat takut paket umroh bodong. Solusinya: jngn bikin bisnis umroh bodong (bikinlah bisnis umroh yg kredibel), tp cari alternatif selain murah. Contoh: paket angsuran dari gaji, ex: 5jt sdh bisa berangkat umroh. Skemanya harus yg bergaji ttp, dan siap dipotong bulanan. Lalu koordinasi dg bank, minta solusi dan skema yg tepat dg pola bisnis ini.


Salam,

Bahrul Fauzi Rosyidi
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Tulisan dilindungi hak cipta!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Catatan Statistik Terapan Lengkap. Sebuah Refleksi Belajar

#Catatan Matematika Terapan Lengkap. Sebuah Refleksi Belajar