Masterplan Bisnis Holding Keluarga Agar Tetap In-Role, Stabil, Dan Professional


Jika kita membahas keluarga, apalagi tentang bisnis. Kadang suka bikin pusing. Disatu sisi kita ingin semua merangkak menaik bersama-sama, namun disisi yang lain karena ini sangat personal, membuat tidak bisa dibawa ke nuansa professionalitas. Akibatnya, penilaian kerja, target dan produktivitas antar departemen yang digawangi keluarga sendiri membuat kita pekeweuh melakukan kritik saran dan perbaikan dan terpaksa “yaudah, jalani saja. Yang penting jalan; gak usah berharap profesionalisme”;

Inilah yang akhirnya membuat ketidakpuasan yang ada suatu waktu pasti akan terjadi manuver, kick and kick, ambisi satu perorangan dibandingkan perorangan lainnya yang kondisi nafsu like and dislike-nya membuat perang antar saudara.

Sebenarnya kita sendiri yang membiarkan kondisi ini dalam kondisi improfesional dari awal. Bisnis akan banyak pecah/hancur (cenderung destuktif) bukan karena target profit dan margin yang tidak terpenuhi, namun karena insolidaritas, ketidakpuasan individu yang tendensius, dan tingginya konflik kepentingan antar satu eksekutif dengan eksekutif (keluarga) lainnya. Seharusnya kita belajar dari risetnya Daniel Kahneman (peraih nobel bidang ekonomi psikologi, 2001) yang mengatakan bahwa: terbukti pebisnis sukses di dunia itu berkonsolidasi bekerjasama dengan orang-orang atau organisasi-organisasi (partner strategis) yang cocok dengan kita/dia (satu value); setelah cocok dan merasa bisa kompak berjalan Bersama, baru setelah itu mereka membutuhkan orang-orang pintar untuk menyelesaikan kondisi yang tidak bisa mereka selesaikan. Artinya, orang pintar itu bukan senjata paling utama untuk sukses, orang yang bisa diajak kerjasama dan cocok dengan kitalah yang bisa diajak sukses bareng.

Berikut adalah design business plan holding company keluarga yang semoga memecah pemahaman bahwa keluarga itu tidak bisa diajak professional; nyatanya (ternyata) keluarga bisa sekali diajak professional:


Nb: setelah ini cari pola formula bisnis “angel investor, joint venture, joint management, joint operation, venture capital, joint professional, dan lain sejenisnya secara seksama dan menguntungkan”. Ini segmen untuk bisnis praktis dengan para mitra strategis (non-keluarga).



Salam,

Bahrul Fauzi Rosyidi
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Tulisan Dilindungi Hak Cipta!


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Catatan Statistik Terapan Lengkap. Sebuah Refleksi Belajar

#Catatan Matematika Terapan Lengkap. Sebuah Refleksi Belajar