Membangun Holding Company Keuangan Yang Sehat


Yang saya pelajari dalam membangun holding company keuangan atau sektor lainnya yang progresif adalah kejar hal2 yang bisa quick win dan selalu upgrade progress kerja per-8 jam sekali (per-8 jam sekali, harus ada progress kerja positif yang baru). Intinya kejar terus menerus progress to progress yang harus ada jawabannya tidak lebih dari 8 jam dari saat itu (agar nalar logis bisnis ini tidak mambu/expired). Even, harus selalu ada penyempurnaan dengan cara membuka masukan baru, sudut pandang baru, dan kritik2 positif negatif yang bersepakat untuk membangun mindset pembangunan besar kedepan.

Holding company harus memperhatikan anggota2 himpunan (networking), entah itu network tradisional/konvensional ataupun yang moderat/futurist. Kalau ini kasusnya holding company keuangan, yaa kita harus terbuka kerjasama dan kolaborasi bisnis dengan himpunan bank BUMN milik negara, pegadaian, permodalan nasional madani, fintek karya nusantara, danareksa, dan lain sejenisnya untuk membangun kawan2 yang produktif. Tujuannya kita agar punya mindset equal dengan mereka, bahkan punya mindset fast-track (unggul diatas equal) dibandingnkan mereka2 tsb.

Adanya holding company keuangan yang sehat, tentu akan memudahkan kita dalam mendapatkan funding dan peningkatan kinerja internal. Ini sangat penting karena itulah nadi dan darah bisnis kita. Holding ini harus bisa mengatur pembiayaan dan ekspansi infrastruktur anak2 perusahaan kita.

Holding memang mindsetnya harus dilihat sebagai leverage (daya ungkit, bukan dilihat sebagai hutang ya?!). Holding harus punya akses informasi yang memudahkan kita membiayai bisnis dengan biaya yang lebih murah. Dan itu bisa didapatkan aksesnya ya dari informasi, ya dari jaringan2 kenalan kita.

Menargetkan holding company, haruslah tidak tanggung2. Straight forward! Hajar tanpa ampun kedepan. Kejar semua potensi2 kerjasama, dan pastikan kita unggul (monopoli return) dalam kontrak kerja tersebut. Secara garis besar, holding harus memuluskan jalur logistik dan likuiditas terbaik.

Salam,

Bahrul Fauzi Rosyidi,
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Tulisan dilindungi hak cipta!





Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Catatan Statistik Terapan Lengkap. Sebuah Refleksi Belajar

#Catatan Matematika Terapan Lengkap. Sebuah Refleksi Belajar