Strategi Membuka Surat Obligasi Untuk Sumber Alternatif Modal Untuk Membiayai Biaya Investasi Bisnis Kita


Jaman sekarang itu sudah berubah, sudah tidak bisa lagi mengandalkan gaji, kita harus sudah punya bisnis sendiri dan gentian menggaji para karyawan2 yang kita miliki. Itulah cara membolak-balikkan kondisi dan level keuangan manusia.

Bagi kita para pebisnis, jelas salah satu yang paling bikin pusing saat menjalan sebuah target bisnis dan operasionalnya adalah ttg solusi modal dan keuangan untuk memenuhi kebutuhan operasional bisnis kita sehari-hari saat ini.

Saya fikir tetap penting sekali ya kita menerbitkan obligasi (bond) untuk dibelanjakan sebagai investasi dan pembiayaan program2 kerja dan bisnis kita saat ini. Kalau perusahaan besar lainnya, contohnya sebut saja PLN. Dia kesulitan modal dan dia menerbitkan obligasi global senilai 1,5 miliar dollar AS untuk digunakan sebagai pendukung biaya investasi dan bisnis yang saat ini ia lakukan berupa pembiayaan program pembangkit listrik 35.000 megawatt.

Kalau kita berguru kepada PLN. Di penerbitan obligasinya PLN tsb, itu diterbitkan dalam mata uang dollar AS dan Euro. Skema obligasinya adalah jangka waktu 10 tahun 3 bulan, dan 30 tahun 3 bulan, serta 7 tahun. Setiap tenornya tsb memiliki tingkat suku bunga yang berbeda-beda, yaitu dari 5,37%, lalu 6,25%, dan 2,87%. Kalau menurut data yang saya dapatkan, penerbitan obligasi global dalam dollar AS dan Euro PLN tsb menunjukkan bahwa basis investor PLN saat ini sudah semakin luas, termasuk pasar dia di Amerika Serikat. Terbukti dia sangat confidence sekali berani mengeluarkan obligasi global disana.

Tapi ada masuk akalnya juga sih. Bahwa apa2 yang dilakukan PLN saat ini (mengeluarkan obligasi global) ini merupakan piihan pendanaan yang tepat. Mengingat, sebagian besar kebutuhan investasi projek PLN yang saat ini kebutuhan investasi alat2 pembangkit listriknya masih harus diimpor dari luar negeri. Nah, dengan ia mengeluarkan obligasi global, maka ia akan bisa lebih efisien secara biaya disamping juga bisa mendapatkan pemenuhan kebutuhan kebutuhan permodalan pada bisnisnya kali ini. artinya apa? Artinya adalah “satu tindakan, dua pulau terlampaui”, satu strategi dan bisa mendapatkan 2 manfaat sekaligus. Sungguh cara yang sangat brilian.

Tapi kita juga harus menyadari, bahwa tidak segampang itu investor global tiba2 percaya dengan PLN. Satu alasan yang paling masuk akal bagi saya saat ini kenapa PLN bisa diterima global adalah: “karena investor melihat ada jaminan tidak langsung dari Pemerintah Indonesia. Kenapa? Karena perusahaan PLN adalah BUMN, perusahaan milik negara”. Jadi tidak mungkin macam2 dan pasti kalau terjadi apa2 akan ditolong oleh pemerintah Indonesia. Karena sejujurnya, ini agak mengejutkan karena keberhasilan PLN mengeluarkan obligasi global karena pasar melihat adanya intervensi pemerintah Indonesia untuk mengendalikan biaya produksi listrik PLN lewat penetapan harga batubara domestic sebesar 70 dollar AS per/ton. Selain itu, penyertaan modal negara untuk PLN pada 2019 juga dianggap sebagai sinyal yang positif.

Nah, bagi yang swasta atau private sectors atau private company. Siap2 gigit jari tidak bakalan bisa mengungguli untuk kondisi yang seperti ini. terus piye solusinya bagi perusahaan swasta yang ingin membuka obligasi lokal atau global dengan aman dan menguntungkan? Mengingat kita tidak punya penjamin (collateral) sebagaimana perusahaan2 BUMN? Nah, ini saya juga bingung bagaimana ya caranya. Hehehe. Ada yang bisa membantu?!

Salam,

Bahrul Fauzi Rosyidi,
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Tulisan dilindungi hak cipta!  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Catatan Statistik Terapan Lengkap. Sebuah Refleksi Belajar

#Catatan Matematika Terapan Lengkap. Sebuah Refleksi Belajar